Selamat Datang di Website Resmi Desa Sampalan Klod. , Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah DesaSampalan Klod untuk seluruh masyarakat.

Artikel

Pertenunan Mujur Sari

29 Juli 2019 21:12:51  NI KOMANG ARIANI  77 Kali Dibaca  Berita Desa

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Bapak Wayan Arsa Dana sebagai pemilik dari usaha tenun (Pertenunan Mujur Sari) yaitu usaha tenun ini dimulai pada tahun 1990, dimana dalam menjalankan usaha tenun tersebut dimulai dari istri dari bapak wayan yang awalnya hanya dari berjualan kecil-kecilan dan peralatan yang digunakan juga sedikit. Dari tahun ke tahun usaha ini tetap berjalan karena dari usaha tenun ini menghasilkan pendapatan yang cukup sehingga bisa berdiri sampai sekarang yaitu menjadi usaha tenun yang dikenal oleh masyarakat luas. Dalam pendirian usaha tenun ini modal awalnya yaitu dari hasil jualannya serta mendapatkan pinjaman dari pihak-pihak tertentu.

Usaha tenun ini memiliki beberapa motif yaitu motif yang dirancang oleh orang lain atau desain dari tangan sendiri. Selain itu dalam pewarnaannya dilakukan dengan teknik pewarnaan kain secara tekstil. Dimana, pewarnaan secara tekstil ini lebih menguntungkan karena bersifat cepat dan terjangkau.

Dalam memasarkan suatu produk bapak wayan dibantu oleh anak-anaknya yaitu dengan memasarkannya lewat sosial media serta bapak wayan sendiri juga memasarkannya dengan ikut membuka stand di PKB dan menyalurkan kain tersebut ke pasar Klungkung dan Gianyar. Selain itu, banyak pedagang dari luar yang datang langsung ke tempat usaha tenun bapak wayan. Harga kain yang dipasarkan oleh bapak wayan ini berbeda-beda yaitu tergantung dari proses dan bahan yang digunakan. Salah satunya yaitu bahan sutra, harga yang dipasarkan bisa mencapai dari Rp400.000,00 - Rp500.000,00 per meternya. Untuk yang berbahan katun harganya lebih murah dari yang berbahan sutra yaitu dari harga Rp140.000,00 - Rp400.000,00.

Usaha tenun yang dijalankan oleh Bapak Wayan Arsa Dana ini dari tahun ke tahun sampai bisa seperti sekarang ini tentunya ada tantangan yang harus dihadapi oleh bapak wayan , tantangan yang dihadapi antara lain dari penyediaan bahan baku, perubahan ekonomi yaitu dari tahun 1998 harga kain sangat tinggi, hal ini menyebabkan tidak bisa berjalannya usaha tenun dari bapak wayan akibat dari krisis moneter tersebut. Selain itu, banyak usaha baru yang muncul yang menyebabkan adanya persaingan harga dan berpengaruh terhadap pendapatan.

-KKN UNDIKSHA 2019

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Pengaduan Online

Peta Desa

Statistik Penduduk

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Aparatur Desa

Info Media Sosial

Arsip Artikel

10 Februari 2021 | 92 Kali
PENYERAHAN BANTUAN
10 Februari 2021 | 0 Kali
BANK SAMPAH
10 Februari 2021 | 84 Kali
SATGAS ENFORCE
10 Februari 2021 | 81 Kali
RAPAT
10 Februari 2021 | 86 Kali
KUNJUNGAN KETUA TM PENGERAK PKK KABUPATEN KLUNGKUNG
10 Februari 2021 | 81 Kali
PERAYAAN HARI IBU
10 Februari 2021 | 95 Kali
BANK SAMPAH
07 Agustus 2018 | 134 Kali
Sejarah Desa Sampalan Klod
07 Agustus 2018 | 130 Kali
Profil Wilayah Desa Sampalan Klod
06 Agustus 2018 | 102 Kali
Pemerintah Desa
07 November 2014 | 100 Kali
Pemerintahan Desa
10 Februari 2021 | 95 Kali
BANK SAMPAH
06 Agustus 2018 | 94 Kali
Visi dan Misi
30 Juli 2019 | 93 Kali
Kegiatan KKN UNDIKSHA 2019
23 Juni 2018 | 68 Kali
Regulasi Baru Desa Baru
17 Desember 2020 | 65 Kali
POSYANDU LEKOK
17 Desember 2020 | 74 Kali
POSYANDU
06 Agustus 2018 | 102 Kali
Pemerintah Desa
07 Agustus 2018 | 69 Kali
Profil Masyarakat Desa
10 Februari 2021 | 92 Kali
PENYERAHAN BANTUAN
02 Juni 2018 | 69 Kali
Meninggalkan Desa Lama Memulai Desa Baru

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:78
    Kemarin:72
    Total Pengunjung:61.949
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:18.212.120.195
    Browser:Tidak ditemukan

Komentar Terbaru